Desa Wisata Cikendung-Pemalang: Dari Lembah Senthongan, Silakupang Hingga Sego Jagung Sambel Onthrok

SOBAT wisata  pernah mendengar nama Desa Wisata Cikendung? Ya memang letaknya di Kabupaten Pemalang, persis di lereng Gunung Slamet.

Jadi mungkin belum banyak dikenal orang dari luar daerah ini. Namun meski demikian, desa ini penuh dengan potensi wisata.

Hanya saja belum dioptimalkan dengan baik. Potensi keindahan alam, hijau asri segar dengan pemandangan Gunung Slamet yang tegar.

Terletak di sebelah selatan Kota Pemalang, atau sekitar 60 menit jarak tempuhnya. Berada di Kecamatan Pulosari, tak seberapa jauh dengan batas Kabupaten Purbalingga.

Ditunjang dengan keberadaan homestay yang nyaman, pastikan dolanmu membahagiakan.

Sila Kupang

Sila kupang merupakan seni budaya yang memadukan sintren lais dan kuda kepang. Kesenian ini sangat digemari warga sekitar yang tentunya menjadi andalan Cikendung dalam menggaet wisatawan.

Atraksi dari para penari saat mengolah rasa dalam balutan magis, terasa kuat. Penonton yang terlarut, bisa saja ‘tertular’ dan masuk dalam suasana trance yang tak jarang justru menampilkan atraksi unik, kocak dan sesekali bikin tercengang.

Atraksi seni budaya lainnya adalah terbang kencer jawa. Ini adalah budaya membaca solawat nabi dengan cara yang sudah sangat kuno dan langka.

Sudah sangat jarang kelompok masyarakat yang dapat menampilkan seni ini di masa kini. Dan Cikendung adalah satu yang berhasil melestarikan budaya tersebut.

Lembah Sentongan

Lembah ini memiliki banyak spot-spot menarik yang bisa Sobat wisata eksplor. Selain latar belakang Gunung Slamet yang megah, ada pula spot Watu Lumpang, Batu Pengantin, Batu Jaka Senthong, Batu Walang Sungsang.

Dinamakan Watu Lumpang karena memang bentuknya seperti alat penumbuk padi. Adapun Batu Pengantin diyakini akan memberikan kelanggengan bagi pasangan yang mengunjungi dan berfoto di tempat ini.

Batu Jaka Senthong diyakini sebagai tempat pertapaan Jaka Senthong yang marah dan berubah menjadi buto ijo. Kemarahan Jaka Senthong itu digambarkan dengan jelas di Batu Walang Sungsang yang berada tidak jauh dari keberadaan area pertapaan.

Ditingkah dengan keberadaan hutan pinus, aktivitas penderes getah juga sangat menarik. Bisa sekalian dimanfaatkan sebagai edu wisata bagi anak-anak dan keluarga.

Selain Lembah Senthongan, ada pula Bukit Besek untuk berburu sunrise dan juga Bukit Salaman. Areal kebun teh Semugih milik PTPN IX juga menarik untuk dijadikan spot foto instagramable.

Selain itu pula, ada destinasi reliji yakni makam Mbah Tuwuh dan Salam Marga Langu. Mau melihat air terjun? Ada Curug Sahid yang meski hanya mengalir secara musiman di musim hujan, namun tetap indah untuk diburu sebagai tempat foto.

Sego Jagung Sambel Onthok

Nah ini yang tidak kalah menarik, wisata kuliner. Cikendung juga tidak mau kalah dalam menampilkan kuliner terbaikdan terunik yang tidak dapat ditemui di daerah lain bagi para pengunjung.

Sego Jagung Sambel Onthok, menghadirkan rasa yang otentik, sangat khas. Nasi jagung dipadu dengan beberapa lauk, dan yang paling istimewa adalah kehadiran Sambel Onthok yang prosesnya melalui pembakaran langsung beserta cobeknya.

Sangat unik dan khas kan sob. Eh ada juga nih makanan buat oleh-oleh seperti olahan ketela madu, nasi jagung instan, keripik tempe sagu, kripik jagung dan masih banyak lagi.

Pendampingan Tim Stiepari Semarang

Berangkat dari banyak potensi yang ditawarkan Cikendung serta semangat dari para pengurus pokdarwis, tim Stiepari Semarang yang dikomando oleh Trenggono bahu-membahu mengoptimalkan seluruh potensi. Tujuannya tentu saja agar potensi yang dimiliki bisa diubah menjadi peluang usaha mendongkrak perekonomian warga.

Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, Stiepari yang merupakan perguruan tinggi pariwisata terbaik, memiliki tanggungjawab dan peran besar memajukan pariwisata Jateng dan Indonesia pada umumnya. Tak hanya mendampingi namun ini juga memberikan pelatihan sesuai kebutuhan.

Tertarik berwisata ke Cikendung? Cusss bisa japri ke Wahyu.

Ketua Pokdarwis (+62 823-2930-7584)

Sumber: galeriwisata.id